Waspadai Bahaya Kebakaran, Jelang Mudik Lebaran
Kemarin saya melihat berita televisi tentang musibah kebakaran yang
melanda suatu pemukiman penduduk. Api dengan cepat telah menghanguskan
beberapa rumah penduduk. Kebetulan kejadiannya di Samarinda, Kalimantan
Timur. Sebagai orang yang telah menetap cukup lama di Kalimantan Timur,
saya lumayan paham dengan karakteristik rumah penduduk disana.
Sebagian besar rumah penduduk Samarinda terbuat dari kayu. Umumnya dari kayu ulin karena terkenal kuat dan tahan segala cuaca. Selain itu pemukiman orang Samarinda juga saling berdempetan dengan akses jalan yang lumayan sempit. Inilah yang sering mengakibatkan mobil pemadam sulit menjangkau lokasi, jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Berdasarkan kejadian kebakaran kemarin itu, hendaknya hal ini menjadi suatu peringatan penting bagi kita semua. Karena menjelang lebaran Idul Fitri ini biasanya potensi untuk terjadinya kebakaran di rumah kosong yang ditinggal mudik oleh penghuninya akan meningkat.
Nah, bagi anda yang hendak pergi mudik ke kampung halaman dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, hendaknya harus berjaga-jaga. Terutama untuk daerah yang padat penduduk, hal ini agar diperhatikan betul sebelum anda meninggalkan rumah untuk mudik.
Sebelum pergi mudik, hendaknya anda mematikan semua peralatan elektronik dirumah anda. Mencabut stop kontak seluruh peralatan elektronik dirumah anda menjadi hal yang jangan sampai dilupakan. Pasalnya dengan keadaan stop kontak yang masih terpasang ditempatnya, maka korsleting listrik sewaktu-waktu bisa terjadi dan memungkinkan untuk terjadinya kebakaran.
Apabila seluruh peralatan elektronik dimatikan dan stop kontak dicabut dari colokannya, maka tidak ada lagi beban listrik dirumah anda. Terlebih lagi untuk kulkas anda, banyak yang beranggapan untuk apa kulkas perlu dimatikan ketika pergi mudik. Justru kulkas umumnya memerlukan listrik yang besar. Untuk itu hendaknya kulkas dikosongkan isinya terlebih dahulu, baru kemudian dimatikan listriknya. Jangan sekali-kali mematikan kulkas dalam keadaan terisi dan ditinggal pergi mudik dalam jangka waktu yang lumayan lama. Pengalaman pribadi saya waktu itu karena lupa mengosongkan isi kulkas, begitu pulang kembali ke rumah, kulkas saya sudah dipenuhi dengan belatung. Dan untuk dapat memfungsikan kembali kulkas saya, mau tak mau saya harus susah payah membersihkan belatung-belatung di kulkas itu.
Jika anda harus menyalakan lampu penerangan, misalnya lampu diluar rumah atau teras anda, usahakan seperlunya saja. Bila perlu saklar listrik dimatikan juga, kecuali untuk lampu diluar rumah atau teras sehingga anda akan merasa aman meninggalkan rumah anda. Usaha ini dilakukan untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran dirumah anda.
Sudah lazim terjadi, pada saat menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mulai disibukkan dengan membuat kue lebaran. Kalau sudah membuat kue, biasanya ibu-ibu sampai lupa waktu. Saking asyiknya membuat kue, hingga subuh pun masih sibuk. Kondisi tubuh yang mulai lelah sering membuat perhatian menjadi berkurang. Kadang-kadang malah ada yang sambil masak sekaligus nonton televisi. Akibatnya masakan jadi gosong. Selain itu ada juga yang sambil memanaskan masakan untuk sahur, tapi malah ketiduran. Masih untung kalau masakannya saja yang gosong, kalau rumah yang ikut gosong pasti jadi masalah. Untuk itu perlu pula diperhatikan juga kondisi tubuh dan kondisi kompor anda.
Untuk pencegahan, ada baiknya disetiap rumah juga menyediakan alat pemadam tradisional berupa karung goni dan pasir. Jika seandainya terjadi kebakaran, usahakan untuk tidak panik. Saat api masih kecil, anda bisa menggunakan pasir atau karung goni yang telah dibasahi terlebih dahulu dengan air, baru kemudian ditutupkan ke api yang masih kecil itu. Biasanya dengan cara tradisional ini, api akan mudah padam. Ada baiknya anda juga menghubungi tetangga sekitar untuk pencegahan pertama dan juga menghubungi petugas pemadam. Jangan tunggu sampai api membesar baru menghubungi petugas pemadam.
Berikut ini adalah tips-tips singkat untuk menghindari kebakaran di rumah anda saat mudik lebaran :
- Mematikan semua peralatan elektronik dirumah anda
- Mencabut stop kontak peralatan elektronik anda
- Bila perlu matikan juga saklar listrik di rumah andanya dan nyalakan seperlunya saja, misalnya untuk lampu penerangan atau teras
- Perhatikan kondisi kompor anda, terutama kompor gas. Pastikan tidak ada kebocoran di selangnya
- Sediakan alat pemadam tradisional seperti pasir dan karung goni di rumah anda
- Selalu mengecek keadaan rumah, misalnya dengan menelpon tetangga atau orang disekitar rumah anda
Demikian tips-tips singkat untuk anda yang hendak mudik meninggalkan rumah dalam rangka lebaran Idul Fitri.Kecil jadi kawan, besar jadi lawan. Itulah filosofi api. Akan jauh lebih baik jika api “si kawan” ini tidak lekas membesar untuk menjadi lawan bukan? Ada baiknya anda memperhatikan hal-hal kecil ini agar anda bisa mudik dengan tenang.
Selamat sore dan selamat menikmati mudik anda!
Sebagian besar rumah penduduk Samarinda terbuat dari kayu. Umumnya dari kayu ulin karena terkenal kuat dan tahan segala cuaca. Selain itu pemukiman orang Samarinda juga saling berdempetan dengan akses jalan yang lumayan sempit. Inilah yang sering mengakibatkan mobil pemadam sulit menjangkau lokasi, jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Berdasarkan kejadian kebakaran kemarin itu, hendaknya hal ini menjadi suatu peringatan penting bagi kita semua. Karena menjelang lebaran Idul Fitri ini biasanya potensi untuk terjadinya kebakaran di rumah kosong yang ditinggal mudik oleh penghuninya akan meningkat.
Nah, bagi anda yang hendak pergi mudik ke kampung halaman dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, hendaknya harus berjaga-jaga. Terutama untuk daerah yang padat penduduk, hal ini agar diperhatikan betul sebelum anda meninggalkan rumah untuk mudik.
Sebelum pergi mudik, hendaknya anda mematikan semua peralatan elektronik dirumah anda. Mencabut stop kontak seluruh peralatan elektronik dirumah anda menjadi hal yang jangan sampai dilupakan. Pasalnya dengan keadaan stop kontak yang masih terpasang ditempatnya, maka korsleting listrik sewaktu-waktu bisa terjadi dan memungkinkan untuk terjadinya kebakaran.
Apabila seluruh peralatan elektronik dimatikan dan stop kontak dicabut dari colokannya, maka tidak ada lagi beban listrik dirumah anda. Terlebih lagi untuk kulkas anda, banyak yang beranggapan untuk apa kulkas perlu dimatikan ketika pergi mudik. Justru kulkas umumnya memerlukan listrik yang besar. Untuk itu hendaknya kulkas dikosongkan isinya terlebih dahulu, baru kemudian dimatikan listriknya. Jangan sekali-kali mematikan kulkas dalam keadaan terisi dan ditinggal pergi mudik dalam jangka waktu yang lumayan lama. Pengalaman pribadi saya waktu itu karena lupa mengosongkan isi kulkas, begitu pulang kembali ke rumah, kulkas saya sudah dipenuhi dengan belatung. Dan untuk dapat memfungsikan kembali kulkas saya, mau tak mau saya harus susah payah membersihkan belatung-belatung di kulkas itu.
Jika anda harus menyalakan lampu penerangan, misalnya lampu diluar rumah atau teras anda, usahakan seperlunya saja. Bila perlu saklar listrik dimatikan juga, kecuali untuk lampu diluar rumah atau teras sehingga anda akan merasa aman meninggalkan rumah anda. Usaha ini dilakukan untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran dirumah anda.
Sudah lazim terjadi, pada saat menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mulai disibukkan dengan membuat kue lebaran. Kalau sudah membuat kue, biasanya ibu-ibu sampai lupa waktu. Saking asyiknya membuat kue, hingga subuh pun masih sibuk. Kondisi tubuh yang mulai lelah sering membuat perhatian menjadi berkurang. Kadang-kadang malah ada yang sambil masak sekaligus nonton televisi. Akibatnya masakan jadi gosong. Selain itu ada juga yang sambil memanaskan masakan untuk sahur, tapi malah ketiduran. Masih untung kalau masakannya saja yang gosong, kalau rumah yang ikut gosong pasti jadi masalah. Untuk itu perlu pula diperhatikan juga kondisi tubuh dan kondisi kompor anda.
Untuk pencegahan, ada baiknya disetiap rumah juga menyediakan alat pemadam tradisional berupa karung goni dan pasir. Jika seandainya terjadi kebakaran, usahakan untuk tidak panik. Saat api masih kecil, anda bisa menggunakan pasir atau karung goni yang telah dibasahi terlebih dahulu dengan air, baru kemudian ditutupkan ke api yang masih kecil itu. Biasanya dengan cara tradisional ini, api akan mudah padam. Ada baiknya anda juga menghubungi tetangga sekitar untuk pencegahan pertama dan juga menghubungi petugas pemadam. Jangan tunggu sampai api membesar baru menghubungi petugas pemadam.
Berikut ini adalah tips-tips singkat untuk menghindari kebakaran di rumah anda saat mudik lebaran :
- Mematikan semua peralatan elektronik dirumah anda
- Mencabut stop kontak peralatan elektronik anda
- Bila perlu matikan juga saklar listrik di rumah andanya dan nyalakan seperlunya saja, misalnya untuk lampu penerangan atau teras
- Perhatikan kondisi kompor anda, terutama kompor gas. Pastikan tidak ada kebocoran di selangnya
- Sediakan alat pemadam tradisional seperti pasir dan karung goni di rumah anda
- Selalu mengecek keadaan rumah, misalnya dengan menelpon tetangga atau orang disekitar rumah anda
Demikian tips-tips singkat untuk anda yang hendak mudik meninggalkan rumah dalam rangka lebaran Idul Fitri.Kecil jadi kawan, besar jadi lawan. Itulah filosofi api. Akan jauh lebih baik jika api “si kawan” ini tidak lekas membesar untuk menjadi lawan bukan? Ada baiknya anda memperhatikan hal-hal kecil ini agar anda bisa mudik dengan tenang.
Selamat sore dan selamat menikmati mudik anda!
No comments:
Post a Comment